Ingatlah bahwa pelanggan adalah Raja. Bagaimana cara Anda bersikap ketika seorang Raja mengajak Anda berbicara? Tentu Anda akan menjawab dengan santun dan dengan bahasa terbaik yang bisa Anda berikan kepada Raja tersebut. Apa jadinya jika Anda menjawab seluruh kata-kata Raja tersebut dengan nada sinis dan terkesan tidak menghiraukan? Tentu saja seluruh pengawal di belakang Raja tersebut bersiap untuk menggantung Anda dengan segala macam cara.

Keterangan di atas hanyalah sebuah analogi singkat saja, tidak akan seribet itu jika yang Anda hadapi adalah seorang customer biasa. Resiko terburuk bukanlah hukuman gantung, namun customer tersebut akan lari dan tidak akan pernah membeli barang dari Anda sampai kapanpun, dan kadang dengan suka cita dia akan mengabarkan buruknya pelayanan Anda kepada seluruh jaringan yang dia miliki – apakah ini terdengar lebih baik dari sebuah hukuman gantung?

Bagi seorang pebisnis online hilangnya nama baik sama saja artinya dengan sebuah hukuman gantung dari sang Raja. Di internet informasi dengan mudah bisa beredar dari satu mulut ke mulut yang lainnya, dari sebuah status dan terus menjadi buah bibir dari para pengguna social media. Ini bukan hal yang tidak mungkin terjadi jika Anda memang tidak bisa menjaga perasaan customer Anda dengan baik. Ingat kasus Prita Mulyasari? Bukankah itu hanya berangkat dari sebuah ketidakpuasan pelanggan yang dilontarkan melalui social media?

Sabar adalah kunci utama dalam menghadapi customer Anda. Janganlah malas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan detail dari customer Anda, janganlah menjadi berang dan emosi ketika akhirnya customer yang banyak tanya tadi ternyata tidak jadi membeli produk Anda. Biarkanlah mereka memperoleh semua informasi yang dibutuhkannya, dan memang sudah menjadi tugas Andalah untuk menjawab pertanyaan customer tersebut sampai mereka puas dengan jawaban Anda.

Pebisnis online yang sukses adalah orang yang selalu melayani dan melayani…

 

 

.jasatulisartikel